"Jadi kalau disampaikan anggota Dewan memakan uang negara, ini perlu dipertanyakan. Uang itu untuk keperluan perjalanan dan perjalanan itu pun ada maksudnya," gugat Marzuki di Gedung DPR Senayan, Jakarta, Jumat (17/9/2010).
"Mari kita berpikir sehat dan rasional, kalau ingin betul-betul DPR ini menghasilkan hasil-hasil yang berkualitas," imbuh Marzuki.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Proses penyusunan UU, anggota DPR juga melakukan studi-studi kepustakan, penulusuran via internet, di samping studi lapangan ke luar negeri. Sehingga referensi yang diperoleh makin lengkap dan UU yang dihasilkan dapay dipertanggungjawabkan.
"Jangan dibandingkan dengan DPR di masa lalu. Justru di DPR masa lalu
banyak UU yang di-judicial review, dibatalkan, yang bermasalah. Itu
karena kurangnya referensi dalam penyusunan UU ini. Oleh karena kelemahan-kelemahan itu, maka DPR yang sekarang harus mencari referensi yang sebanyak-banyaknya," papar politisi senior PD itu.
(lrn/lh)










































