Tarif Naik, Penumpang Harus Diberi Kompensasi Jika KRL Mogok

Tarif Naik, Penumpang Harus Diberi Kompensasi Jika KRL Mogok

- detikNews
Jumat, 17 Sep 2010 09:05 WIB
Tarif Naik, Penumpang Harus Diberi Kompensasi Jika KRL Mogok
Jakarta - Pemerintah berencana untuk menaikkan harga tiket KRL Jabotabek 1 Oktober mendatang. Jika rencana itu terwujud, komunitas pengguna KRL meminta agar tidak ada lagi cerita kereta yang mogok. Jika insiden itu terjadi, maka penumpang berhak mendapatkan kompensasi.

"Kalau pun naik, kita minta jaminan tiga bulan tidak bermasalah, seperti KA Ekonomi mogok," kata salah satu pengguna jasa kereta, Cahyo, kepada detikcom, Jumat (17/9/2010).

Cahyo adalah moderator situs komunitas pengguna kereta, KRLmania.com. Anggota komunitas ini sudah mencapai 4.600 orang. Sedangkan di situs jejaring sosial Facebook, menurut Cahyo, member mereka sudah mencapai 9.800 orang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Cahyo, dalam beberapa kali kesempatan, pemerintah memang sudah sering mengemukakan soal rencana kenaikan tarif ini. Pihaknya, imbuh Cahyo, meminta agar PT KAI mau untuk lebih memperjuangkan tarif yang murah bagi masyarakat.

"Mereka persoalkan tentang dana, harusnya mereka tetap fight untuk minta subsidi kepada Menkeu dong. Kenaikannya (tarif) memang kecil, tapi bagi sebagian orang itu pasti berat," ujar Cahyo.

Namun suka atau tidak, Cahyo menyadari jika mereka harus menerima putusan kenaikan tarif itu. Ia pun meminta agar PT KAI juga berani memberikan kompensasi jika pelayanan mereka tidak juga berubah.

"Contohnya, jika kereta telat, penumpang dapat apa. Atau jika mogok di tengah jalan keretanya, apa yang harus dilakukan pengelola, itu yang harus dipikirkan," tandasnya.

Dari berbagai informasi yang dikumpulkan, kenaikan tarif KRL bervariasi, mulai dari Rp 500-1.500. Untuk Bogor-Depok akan dikenakan biaya Rp 2.500. Jarak Bogor-Manggarai sebesar Rp 3.000. Sedangkan Bogor-Jakarta menjadi Rp 3.500.

Sedangkan untuk Ekonomi AC, jarak Bogor-Jakarta Kota/Tanah Abang, menjadi Rp
7.000 dari Rp 5.500. Jarak Bekasi/Serpong menjadi Rp 6.000 dari Rp 4.500.

(mok/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini