"Kalau pun naik, kita minta jaminan tiga bulan tidak bermasalah, seperti KA Ekonomi mogok," kata salah satu pengguna jasa kereta, Cahyo, kepada detikcom, Jumat (17/9/2010).
Cahyo adalah moderator situs komunitas pengguna kereta, KRLmania.com. Anggota komunitas ini sudah mencapai 4.600 orang. Sedangkan di situs jejaring sosial Facebook, menurut Cahyo, member mereka sudah mencapai 9.800 orang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Mereka persoalkan tentang dana, harusnya mereka tetap fight untuk minta subsidi kepada Menkeu dong. Kenaikannya (tarif) memang kecil, tapi bagi sebagian orang itu pasti berat," ujar Cahyo.
Namun suka atau tidak, Cahyo menyadari jika mereka harus menerima putusan kenaikan tarif itu. Ia pun meminta agar PT KAI juga berani memberikan kompensasi jika pelayanan mereka tidak juga berubah.
"Contohnya, jika kereta telat, penumpang dapat apa. Atau jika mogok di tengah jalan keretanya, apa yang harus dilakukan pengelola, itu yang harus dipikirkan," tandasnya.
Dari berbagai informasi yang dikumpulkan, kenaikan tarif KRL bervariasi, mulai dari Rp 500-1.500. Untuk Bogor-Depok akan dikenakan biaya Rp 2.500. Jarak Bogor-Manggarai sebesar Rp 3.000. Sedangkan Bogor-Jakarta menjadi Rp 3.500.
Sedangkan untuk Ekonomi AC, jarak Bogor-Jakarta Kota/Tanah Abang, menjadi Rp
7.000 dari Rp 5.500. Jarak Bekasi/Serpong menjadi Rp 6.000 dari Rp 4.500.
(mok/nrl)










































