"Harganya sudah tidak realistis lagi, tidak bisa menutup operasional cost yang ada," kata Direktur Lalu Lintas dan Angkutan KA Kementerian Perhubungan, Asril Syafei, saat dihubungi detikcom, Jumat (17/8/2010).
Kenaikan ini sebenarnya sudah mengalami penundaan beberapa kali. Saat itu pemerintah hendak menaikan tarif KRL sebelum hari raya Lebaran. Namun rencana itu ditolak masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dengan kenaikan ini, Asril berharap agar pelayanan yang diberikan kepada penumpang bisa jadi lebih baik lagi. Pemerintah juga sudah mendatangkan secara bertahap 180 unit kereta bekas dari Jepang untuk menambah armada.
"Supaya tidak ada lagi penumpang yang naik ke atap kereta," tegasnya.
Dari berbagai informasi yang dikumpulkan, kenaikan tarif KRL bervariasi, mulai dari Rp 500-1.500. Untuk Bogor-Depok akan dikenakan biaya Rp 2.500. Jarak Bogor-Manggarai sebesar Rp 3.000. Sedangkan Bogor-Jakarta menjadi Rp 3.500.
Sedangkan untuk Ekonomi AC, jarak Bogor-Jakarta Kota/Tanah Abang, menjadi Rp
7.000 dari Rp 5.500. Jarak Bekasi/Serpong menjadi Rp 6.000 dari Rp 4.500.
(mok/nrl)











































