"Kita betul-betul harus mengutuk. Di tengah 31,02 juta penduduk di bawah garis kemiskinan, DPR malah sibuk studi banding hingga miliaran rupiah. DPR dan DPD ini sudah kehilangan akal sehat, dua-duanya sudah main gila," ujar Aktivis Koalisi Masyarakat untuk Antikorupsi (Kompak) Fadjroel Rahman kepada wartawan Kamis (16/9/2010).Β
Menurut Fadjroel jika hanya untuk membuat UU, apalagi sekelas RUU Pramuka, rasanya tidak perlu sampai buang-buang waktu dan uang ke luar negeri. "Yang paling ngawur itu yang soal pramuka, masa ke Afsel pramukanya kan ngawur ke sana," celetuk pria berkacamata ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya yakin setelah ditolak, seperti dana aspirasi, dana desa, dana rumah aspirasi kemudian mereka sekarang pelesir. Dan ini terlihat sekali taktiknya, karena yang telihat menolak hanya perorangan tidak ada 1 fraksi," imbuhnya.
Kepada para anggota Dewan yang telah melakukan studi banding tersebut, Fadjroel meminta sepulangnya mereka dari studi banding tersebut hendaknya mengembalikan semua uang rakyat yang telah mereka gunakan selama berada di luar negeri. Karena jumlah yang segitu besar dia yakin banyak rakyat yang lebih membutuhkan.
"Buat Venna Melinda dan kawan-kawan kalau sudah balik tolong diganti uang rakyat. Saya mohon dikembalikan uang pelesiran itu," tandasnya.
(lia/mok)











































