"Bagi saya tidak tepat dan sangat salah," kata salah satu putri Almarhum Gus Dur, Yenny Wahid, usai menghadiri aksi Solidaritas Kebebasan Beragama bersama beberapa elemen masyarakat di Bundaran HI, Jakarta, Kamis (16/9/2010).
Dia mengatakan, pernyataan itu bisa saja akan dimanfaatkan oleh sekelompok orang untuk menyudutkan golongan minoritas tertentu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai penganut agama Islam, dia tidak ingin agamanya dianggap sebagai suka mendiskrimasikan kelompok tertentu. Sebab yang berbau keyakinan, menurutnya tidak seorang pun ada yang bisa memaksakan.
"Kita boleh tidak setuju dengan keyakinan teman Ahmadiyah, saya juga tidak terlalu tahu akidah mereka seperti apa, tapi bahwa mereka berhak meyakini keyakinan mereka. Dan kita tidak bisa paksakan keyakinan kita pada mereka," jelasnya.
"Masalah akidah itu adalah masalah pemeluk agama dan Tuhannya langsung, jadi negara hanya punya tugas untuk mengamankan agar tidak terjadi gesekan antar pemeluk keyakinan," tutupnya.
Sebelumnya pro dan kontra terus terjadi seputar ajaran Ahmadiyah. Melihat kondisi ini Menteri Agama Suryadharma Ali sepakat agar Ahmadiyah dibubarkan.
"Membiarkan tidak ada dasar hukumnya, tapi membubarkan ada dasar hukumnya. Dasar hukumnya yaitu SKB tiga menteri serta UU No 1 PNPS/1965. Menurut saya membubarkan itu jauh lebih baik dari membiarkan, karena dengan membubarkan kita berusaha keras menghentikan kesesatan yang berkelanjutan," jelas Surya beberapa waktu lalu.
(lia/mok)










































