"Saya tidak pernah punya agenda ke sana. Niat ke sana, memikirkan ke sana sama sekali nggak ada," ujar Busyro kepada wartawan usai mengadakan pertemuan dengan Presiden SBY di Istana Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (16/9/2010).
Busyro mengatakan, kalau pun ada gerakan yang mendukung dirinya menjadi orang nomor satu di Korps Adhyaksa, itu hanyalah bentuk apresiasi. Dukungan itu baginya adalah bentuk kepercayaan orang kepadanya yang harus dihargai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Busyro tidak menjelaskan secara langsung apa penyebab dirinya tak terpikir untuk menjadi jaksa agung periode yang akan datang. Yang jelas sebagai akademisi, dia cukup menjaga dirinya agar tidak serakah terhadap peluang apa saja yang ada di depan matanya.
"Saya menjaga diri sebagai akademisi untuk tidak terjangkiti perilaku job seeker," tambahnya.
Bagaimana kalau ada tawaran dari Presiden SBY? "Nggak ada," ucap Busyro singkat. (lia/mok)











































