"Sebagaimana saya kemukakan, setelah masuk atau siapa pun yang masuk, harus melakukan agenda mapping. Century bisa, BLBI bisa atau yang lain, saya belum tahu itu," ujar Busyro kepada wartawan usai mengadakan pertemuan dengan Presiden SBY di Istana Negera, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (16/9/2010).
Busro menjelaskan, hendaknya KPK ke depan lebih memprioritaskan kasus-kasus yang telah memiliki bukti yang cukup. Hal itu menjadi sangat penting utuk membuktikan KPK telah berhasil melakukan reformasi dengan tidak tebang pilih dalam menangani kasus yang ada.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Siapapun yang masuk harus jaga diri, harus independen dan transparan. Integritas modal utama pengelola KPK. Kalau itu sudah tidak ada ya (akan menjadi) beban," katanya.
"Dan yang jelas tidak boleh ada agenda politik, dan dendam politik itu yang harus dihindarkan," tambahnya.
Dalam waktu tidak lama lagi, Busyro akan segera melakukan uji kelayakan dan kepatutan di DPR bersama advokat Bambang Widjojanto. Namun hingga saat ini, dia mengaku tidak ada persiapan khusus dan belum ada gambaran kasus mana yang harus dia prioritaskan jika terpilih.
"Saya sendiri menyiapkan sebisanya, dan prioritas belum," katanya singkat.
Β
Terkait masa jabatan, Busyro tidak mau terlalu pusing apakah akan bekerja untuk satu tahun atau empat tahun. Tapi dia berpendapat, jika masa jabatan empat tahun pastinya lebih berkualitas dibanding yang satu tahun.
"Bebas dan rasionalitas mengatakan 4 tahun itu lebih efektif dibanding satu tahun, tapi ya terserah DPR. Yang pasti kalau cuma satu tahun kita kerjakan semaksimal mungkin, tapi hasilnya pasti beda dengan 4 tahun," tutupnya.
(lia/mok)











































