Ada yang unik di Pemilukada Wonogiri. Bupati incumbent, Begug Purnomosidi, kembali maju tetapi untuk posisi cawabup. Dia memang sudah dua periode menjabat bupati Wonogiri sehingga tidak diperkenankan lagi mencalonkan diri. Dia akhirnya maju sebagai cawabup mendampingi Sumaryoto, pengusaha otobus dan anggota DPR RI yang maju sebagai cabup.
Pasangan ini maju dengan dukungan PDIP dan PKS. Di atas hitung kertas, calon inilah yang lebih pantas diunggulkan dibanding tiga calon lainnya. Maklum, Wonogiri adalah salah satu daerah basis pendukung PDIP. Dari 45 kursi di DPRD setempat, PDIP menguasai 19 kursi dan PKS mendapat 6 kursi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun dari perhitungan sementara yang dilakukan oleh KPU, suara yang masuk menunjukkan pasangan Danar-Yuli justru memimpin perolehan suara. Dari 2.026 TPS di seluruh Kabupaten Wonogiri, saat ini data dari 790 TPS telah diterima oleh KPU Kabupaten Wonogiri.
Dari jumlah tersebut, Danar-Yuli memimpin sementara dengan 40,39 persen suara, disusul Sumaryoto-Begug 28,53 persen suara, Sutadi-Paryanti 17,39 persen suara dan Mulyadi-Edi memperoleh 13,69 persen suara.
PDIP yang selalu mendominasi setiap perhelatan politik di kabupaten gaplek tersebut sejak Pemilu 1999, sepertinya harus berlapang dada dengan hasil sementara dalam Pilkada kali ini. Hingga petang ini hanya empat dari 25 kecamatan di Wonogiri yang diketahui dimenangkan oleh calon PDIP yakni Kecamatan Selogiri, Manyaran, Eromoko, dan Baturetno. Sedangkan kekalahan paling telak terjadi di Kecamatan Wonogiri Kota.
Namun demikian PDIP masih penuh optimistis. "Kami yakin suara untuk pasangan Sumaryoto-Begug masih akan terus bertambah," ujar Ketua DPC PDIP Wonogiri, Joko Sutopo.
Joko mengaku pihaknya tidak melakukan perhitungan cepat pada Pilkada kali ini. Namun dari berbagai pengumpulan informasi yang dilakukan sejak siang, dia yakin pasangan jagonya akan mencapai 35 persen suara.
(mbr/mok)











































