"Perkembangan masih diperiksa labfor, 2-3 hari sudah ada hasil," kata Kasubdit Dokliput Polda Sumut AKBP MP Nainggolan kepada detikcom, Kamis (16/9/2010).
Menurut Nainggolan, polisi akan membandingkan senjata tersebut dengan senjata yang diduga dipakai oleh perampok Bank CIMB Niaga. Hingga saat ini polisi belum bsia memastikan apakah dua senjata AK tersebut memiliki kaitan dengan kasus perampokan bank tersebut.
"Polisi masih mendalami," kata Nainggolan.
Terkait pemilik rumah, kata Nainggolan, polisi masih meminta keterangan dari sejumlah saksi. Rumah tersebut disewa oleh orang yang tak dikenal beberapa bulan lalu.
"Karena rumah itu disewakan. Kita cari pemilik rumahnya. Masih ditelusuri. Kalau saksi baru 2 orang yang kita periksa," imbuhnya.
Polda Sumut menemukan dua senjata berjenis AK 56 dan AK 47 ditambah magazen berisi 10 butir peluru aktif. Senpi tersebut dibungkus dalam karung goni di sebuah rumah kosong di pelabuhan Belawan, Minggu 12 September lalu.
Kapolda Sumut Irjen Oegroseno menyebut satu dari dua senjata tersebut mirip dengan senpi yang digunakan perampok Bank CIMB Niaga pada 18 Agustus. Pada senpi AK 56 yang ditemukan ada bagian popor yang dipotong.
(ape/nrl)











































