Bambang & Busyro akan Jalani Tes di DPR awal Oktober

Bambang & Busyro akan Jalani Tes di DPR awal Oktober

- detikNews
Kamis, 16 Sep 2010 06:16 WIB
Bambang & Busyro akan Jalani Tes di DPR awal Oktober
Jakarta - Tahapan seleksi pimpinan KPK mulai memasuki babak akhir. Setelah lolos di panitia seleksi (Pansel), Bambang Widjojanto dan Busyro Muqoddas kini harus menghadapi tes dari para anggota Dewan.

Usulan resmi pemerintah tentang dua nama tersebut kini sudah diterima DPR. Rencananya, tes uji kelayakan dan kepatutan baru akan digelar pada awal Oktober 2010.

"Sudah masuk dua calon hakim agung dan pimpinan KPK. Kemungkinan di bulan Oktober. Jadwalnya rencananya sekitar minggu pertama di bulan 10," kata anggota Komisi III DPR, Nasir Djamil kepada detikcom, Rabu (15/9/2010) malam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Nasir, dalam fit and proper test nanti, setiap calon akan ditanya tentang persoalan pemberantasan korupsi. Khusus dalam kaitannya dengan KPK, mereka akan dimintai keterangan tentang tema-tema tertentu yang selama ini menjadi ranah KPK.

"Misalnya tentang pencegahan. Mungkin fraksi-fraksi akan menanyatakn tentang konsep pencegahan. Lalu supervisi yang dimiliki dan kewenangan KPK, nanti itu akan ditanyakan," jelasnya.

Rencananya, proses ini hanya akan memakan waktu selama satu hari. Diharapkan, pada akhir Oktober mendatang, sudah ada pimpinan baru di KPK.

Terkait soal masa jabatan, Nasir kembali menegaskan bahwa dua calon tersebut hanya akan duduk selama satu tahun saja. Alasannya, siapa pun yang terpilih hanya akan menggantikan posisi Antasari Azhar.

"Hanya sampai 2011. Kita nggak bisa menambah-nambah lagi. Tidak ada ruang untuk berdebat di situ," tegasnya.

Namun, yang bisa menimbulkan ruang bagi perdebatan adalah kemungkinan sosok terpilih langsung menjadi ketua KPK. Komisi III DPR saat ini masih menentukan mekanisme pemilihan posisi paling puncak di KPK tersebut.

"Dulu ketika seleksi, calon dengan nilai tertinggi pertama dan kedua diadu untuk jadi ketua. Nah, kalau Bambang dan Busyro terpilih dengan siapa akan diadu. Apakah dengan Chandra, Haryono atau Jasin, atau Bibit, masih belum jelas," tutupnya.

(mad/nvc)


Berita Terkait