Pertemuan ini nantinya akan membahas dan meluncurkan 'Plan of Action' dari Comprehensive Partnership RI-AS.
"Jadi semacam forum komisi bersama atau join comission," kata Marty usai penandatanganan 'Perjanjian Kekebalan Sekretariat ASEAN Inter-Parliamentary Assembly' di kantor Kementerian Luar Negeri, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Rabu (15/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Indonesia mau memulai mekanisme ini (pertemuan reguler menteri luar negeri)," ujar Marty.
Dalam pertemuan ini, Indonesia dan AS juga akan membahas mengenai beberapa isu yang menjadi perhatian kedua negara.
"Yang dibahas dengan Hillary adalah masalah kawasan, masalah kerja sama di bidang HAM, perdagangan, investasi, pertahanan. Ada lima kelompok kerja yang membahas ini," pungkasnya.
(ayu/mok)











































