"DPD ini lembaga baru yang orangnya tokoh daerah dan latar belakang dinamika yang beragam. Maka itu kami ingin menjadikan lembaga yang produktif dan itu dapat dicapai jika anggota-anggota kita memiliki wawasan yang luas serta menguasai sistem yang mendukung untuk dibentuknya law center," kata Wakil Ketua DPD Laode Ida di Gedung DPD, Senayan, Jakarta, Rabu (15/9/2010).
Dia menjelaskan, keberangkatan ke luar negeri ini tidak pernah dilakukan sebelumnya. Karena itu, kunjungan tersebut akan benar-benar dimanfaatkan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Anggota DPD yang berkunjung itu yakni Muhammad Syukur dari Jambi, Paulus dari Papua, Habib Hamid dari Kalsel, Pardi dari DKI Jakarta, dan Haryanti Baramuli dari Sulut, serta Abdul Aziz dari Sumsel.
"Setelah ini akan kunjungan ke Belanda sekitar awal Oktober dan akhir Oktober," tambahnya.
Para anggota DPD ini akan mendapat uang saku harian US$ 300-400. "Itu sudah sesuai dengan negara tujuan, tidak ada sponsor dan macam-macam. Kunjungan bukan sekadar kunjungan ada harapan saya ketika mereka pulang membawa perubahan wawasan dan perilaku," tuturnya.
Kenapa kunjungan ke Inggris? "Karena kita merasa Inggris cukup baik dalam hal parlemennya dan merupakan acuan hukum, kita ingin belajar pembuatan law center," argumennya.
(ndr/nrl)











































