"Hingga saat ini mereka tidak menyampaikan keluhan apa pun, dalam arti kata mereka komunikatif dan sangat baik," kata Marty.
Hal ini disampaikan Marty usai penandatanganan 'Perjanjian Kekebalan Sekretariat ASEAN Inter-Parliamentary Assembly' di kantor Kementerian Luar Negeri, Jl Pejambon, Jakarta Pusat, Rabu (15/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Karena pihak Kedubes Rusia di Jakarta perlu mendapat informasi yang utuh tentang apa yang telah terjadi," kata Marty.
Kemlu RI terus berusaha untuk selalu mengedepankan komunikasi yang baik dengan Kedubes Rusia dalam penanganan masalah ini.
"Jadi semua informasi yang mereka butuhkan, mereka Insya Allah bisa peroleh sehingga tidak ada keluhan apa pun," tuturnya.
3 Anggota tim perakit Sukhoi dari Rusia yang tewas pada Senin 13 September adalah Savanoc, Alexander dan Voronim. Mereka bertugas mengawasi perakitan dua dari tiga jet Sukhoi yang dipesan TNI AU hingga siap tempur yang tergabung dalam tim garansi. Para teknisi Rusia tiba di Makassar pada 5 September.
Di bawah kontrak senilai 300 juta dolar yang diteken 2007, Rusia akan mengirimkan 3 jet tempur Sukhoi menjelang akhir 2010, sebagai tambahan dari 4 Sukhoi yang dibeli pada 2003.
(ayu/nrl)











































