Pramono Yakin Studi Banding Pramuka Bukan untuk Jalan-jalan

Pramono Yakin Studi Banding Pramuka Bukan untuk Jalan-jalan

- detikNews
Rabu, 15 Sep 2010 15:54 WIB
Pramono Yakin Studi Banding Pramuka Bukan untuk Jalan-jalan
Jakarta - Wakil Ketua DPR Pramono Anung mengakui ada anggota Dewan yang belum pernah berkunjungan ke luar negeri. Tapi dia yakin kegiatan studi banding Pramuka murni untuk bertugas, bukan untuk jalan-jalan.

"Memang ada anggota DPR kita yang belum pernah melihat dunia luar, kita akui secara jujur. Tapi kali ini bukan jalan-jalan," tegas Pramono di Gedung DPR, Jl Gatot Subroto, Senayan, Jakarta, Rabu (15/9/2010).

Pramono menjelaskan, sebenarnya tidak ada yang salah dengan kunjungan studi banding anggota DPR. Kunjungan itu dilakukan dalam rangka mempersiapkan UU dan memang sudah ada ketentuannya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Mereka juga harus mengadakan perbandingan dalam membuat peraturan perundang-undangan itu, tidak hanya melihat persoalan yang ada di dalam (negeri) tapi juga di luar (negeri)," katanya.

Pram mengatakan, terkadang memang ada beberapa studi banding yang dinilai tak tepat. Namun untuk kunjungan kali ini, Pram yakin apa yang dilakukan rekan-rekannya sudah tepat.

"Tapi kita juga harus melihat apa yang dilakukan teman-teman itu (Komisi IV dan Komisi X), misalnyaย  di Komisi IV ketika mereka menyiapkan hal-hal yang berkaitan dengan konstruksi, maka mereka perlu melihat negara yang sama dengan kita," jelasnya.

Lebih lanjut Pram mengatakan, pimpinan juga tidak mungkin sembarang memberikan izin. Jika alasannya demi menghasilkan UU yang baik, pasti akan diberi izin.

"Kita harus proporsional karena apa yang dilakukan ini dalam rangka UU," imbuhnya.

Agar perjalanan ini tidak menjadi sia-sia, Pram meminta pada publik untuk mengawasi apa yang dilakukan anggota Dewan setelah masa kunjungan studi banding selesai. Agar tindakan mereka tidak dianggap menghamburkan uang saja.

"Maka itu kunjungan ini perlu dikontrol oleh publik sehingga ketika nanti pulang punya pengetahuan yang bertambah sehingga dalam merancang UU tidak kosong," kata Pram.

(lia/mok)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads