Dubes Rusia Minta Menhan Tak Bicara Dulu Penyebab Kematian 3 Teknisi

Dubes Rusia Minta Menhan Tak Bicara Dulu Penyebab Kematian 3 Teknisi

- detikNews
Rabu, 15 Sep 2010 14:07 WIB
Dubes Rusia Minta Menhan Tak Bicara Dulu Penyebab Kematian 3 Teknisi
Jakarta - Menhan Purnomo Yusgiantoro diminta Dubes Rusia agar tak membicarakan penyebab kematian 3 teknisi pesawat Sukhoi sebelum hasil otopsi keluar. Menhan, KSAU, dan Panglima TNI pun sepakat atas permintaan Dubes Rusia tersebut.

"Saya sudah bicara banyak dengan Dubes Rusia soal teknisi Sukhoi dan menunggu hasil otopsi untuk menyatakan sebab musabab kematian," ujar Purnomo di kantornya, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta, Rabu (15/9/2010).

Purnomo mengatakan, kesepakatan antara dirinya, KSAU, dan Panglima TNI sebagai bentuk menghormati permintaan Dubes Rusia. Namun tetap pada tanggal 27 September nanti, Purnomo akan bertolak ke Makassar untuk serah terima Sukhoi dari Rusia ke pemerintah Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sebelum ada hasil otopsi, sebaiknya kita tidak ber-statement," ujarnya.

Sementara itu, Wamenhan Syafrie Syamsuddin mengatakan, Kemhan tetap percaya dengan hasil forensik dari pihak kepolisian. Namun Rusia juga sudah menyiapkan ahli forensik. Menurut Syafrie, ucapan belasungkawa juga sudah disampaikan ke Pemerintah Rusia atas kematian 3 teknisi Sukhoi melalui Menhan.

"Kegiatan tetap berjalan di sana. Tidak ada gangguan atas kejadian itu. Komunikasi juga tetap lancar," jelas Syafrie.

3 Anggota tim perakit Sukhoi dari Rusia yang tewas pada Senin 13 September adalah Savanoc, Alexander dan Voronim. Mereka bertugas mengawasi perakitan dua dari tiga jet Sukhoi yang dipesan TNI AU hingga siap tempur.

Para teknisi Rusia tiba di Makassar pada 5 September 2010. Dokter dari Kedubes Rusia di Indonesia ditemani pejabat eksportir senjata Rusia, Rosoboronexport, bergabung dengan otoritas Indonesia untuk menyelidiki kematian misterius itu.

Hasil penelitian Puslabfor Mabes Polri ditemukan zat metanol atau spiritus berlebih di dalam tubuh para teknisi tersebut. Zat tersebut ditemukan di isi lambung, ginjal, paru kiri dan kanan. Zat ini sangat berbahaya untuk tubuh bila diminum.

(gus/vit)


Berita Terkait