"Ada pertimbangan untuk Jaksa Agung dari luar, dan saya termasuk yang menyetujui kalau dari luar. Sebab dia tidak terlalu terkontaminasi dari hiruk pikuk Kejaksaan," ujar Lukman kepada wartawan di Gedung DPR, Jl Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Rabu (15/9/2010).
Lukman menyadari, sosok dari luar itu sangatlah penting. Mengingat saat ini institusi Kejaksaan di mata masyarakat sangat kurang baik.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tapi jika pada akhirnya calon Jaksa Agung berasal dari lingkungan Kejaksaan juga, menurut Lukman dia tidak begitu mempermasalahkannya. Sebab, hal yang paling mendasar dari pencalonan Jaksa Agung ke depan, adalah sosok yang benar-benar bekerja dengan tulus.
"Ya tetapi, menurut saya baik dari dalam ataupun dari luar tidak terlalu mendasar. Justru yang paling mendasar dia harus sudah selesai dengan dirinya sendiri, dia tidak punya pretensi selain untuk Kejaksaan Agung," ujarnya pria berkacamata ini.
"Artinya dia tidak punya pamrih atau motif macam-macam selain menegakkan hukum. Dia akan melakukan dengan tulus," lanjut Lukman.
Dia berharap, siapa pun pada akhirnya terpilih menjadi orang nomer satu di lingkungan Kejaksaan itu, haruslah sosok yang memiliki integritas yang tinggi untuk memperbaiki penegakan hukum di Indonesia. Dia juga meminta, calon ke depan tidak perlu khawatir dengan punya suara-suara sumbang yang menyudutkan Jaksa Agung baru itu nantinya.
"Jadi nothing to loose aja. Biasanya orang yang khawatir (dengan Jaksa Agung baru) ini,Β itu biasanyakan orang-orang yang punya target-target tertentu," tutupnya.
(lia/ndr)











































