"Ada 24 obat dengan 16 jenis padat dan sisanya cair," ujar Kapuslabfor Mabes Polri Brigjen Budiono di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jaksel, Rabu (15/9/2010).
Budiono mengatakan, tim Labfor belum bisa memastikan jenis obat-obat tersebut. "Karena tulisannya bahasa Rusia semua. Kita masih akan cek lagi," jelas Budiono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Proses pemeriksaannya kan butuh waktu. Harus direndam, didiamkan, diambil ekstraknya," imbuhnya.
Sebelumnya, Puslabfor Mabes Polri memastikan kematian 3 teknisi Sukhoi asal Rusia karena kandungan metanol (spiritus) dalam tubuhnya. Menurut Kapusdokkes Brigjen Ahmad Musaddeq, kandungan metanol dalam tubuh korban menyebar ke seluruh tubuh.
"Artinya metanol itu diminum," tukas Musaddeq.
Tiga perakit Sukhoi asal Rusia yang tewas pada Senin 12 September bernama Sergei Voronin, Alexander Poltorak and Viktor Safonov. Mereka tiba di Makassar pada 5 September.
Mereka bertugas mengawasi perakitan dua dari tiga jet Sukhoi yang dipesan TNI AU hingga siap tempur. Mereka tergabung dalam Warranty Team. (ape/nrl)










































