Pantauan detikcom, Rabu (15/9/2010), jalan utama dari timur (pantura Jateng) dan selatan (Solo dan sekitarnya) ke barat (Jakarta) tak pernah sepi dari sepeda motor dan mobil berplat B, F, T, dan A. Di badan kendaraan mereka terdapat barang-barang bawaan.
Tiap menit, paling tidak 70-80 pemudik melintas. Sedikit ketersendatan terjadi di Jl. Soekarno-Hatta, Bergas, Kabupaten Semarang. Pasalnya, di tempat tersebut ada pasar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejumlah pemudik berhenti di pinggir jalan sepanjang Salatiga-Semarang. "Nyantai kok Mas. Saya kan pedagang, bukan karyawan. Balik (ke Jakarta) ya semaunya," kata Rusdi yang ditemui di Ungaran.
Beberapa ruas jalan dipasangi marka darurat, sehingga meski polisi belum tampak bertugas, pengguna jalan tak bisa seenaknya saling serobot.
(try/nrl)











































