"Saya menulis untuk mengoreksi berita bahwa Kedutaan Besar Australia melakukan investigasi terhadap Detasemen Khusus 88 (Det-88) di Maluku. Ini tidak benar," ujar Humas Kedubes Australia di Jakarta, Jenny Dee.
Hal itu disampaikan dia dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom pada Kamis (14/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setiap investigasi adalah urusan pemerintah Indonesia," imbuh Jenny.
Sebelumnya beredar berita Pemerintah Australia mengirim pejabatnya untuk menginvestigasi dugaan penyiksaan yang dilakukan oleh satuan anti teror Polri. Mereka menuduh Densus 88, yang menerima bantuan dari pemerintah Australia itu, telah menyiksa beberapa orang tahanan politik (tapol) dengan tuduhan separatis di Maluku. Australia menuding, Densus 88 telah menyiksa para tahanan politik itu dengan brutal, seperti menyundut rokok dan memukuli mereka.
(vit/ndr)











































