Dari informasi yang disampaikan tokobagus.com yang membuka posko mudik, dalam rilisnya kepada detikcom, Selasa (14/9/2010), jalur sepanjang sekitar 100 kilometer ini memang masih belum banyak dikenal masyarakat. Padahal jalur ini bisa jadi salah satu alternatif yang menghubungkan Jateng-Jabar.
Jalur Selatan Selatan ini menghubungkan kota Bantul di DIY dan bisa tembus ke Cilacap, Jawa Tengah. Jalur 2 arah ini mulai digemari oleh masyarakat sejak Lebaran tahun ini karena sebelumnya keadaannya rusak dan tanpa penerangan jalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ada pun kendala yang sering ditemui masyarakat yakni sebagian ruas jalan yang masih rusak dan kurang penerangan jalan. Panjangnya sekitar 7 kilometer namun tidak jadi masalah bila masyarakat berhati-hati dalam berkendara.
Masyarakat yang akan kembali ke Jakarta sebaiknya menggunakan jalur ini bila jalur utama padat. Manfaatkan juga posko mudik untuk beristirahat dan tidak memaksakan diri bila sudah lelah.
Ramai Arus Balik
Pada H+3 Lebaran ini, Jalur Selatan Selatan diramaikan kendaraan pribadi yang hendak balik dari Jateng dan sekitarnya ke Jakarta.
Pengamatan dari Posko Mudik di jalur Selatan Selatan, jumlah pengendara arus balik mulai meningkat. Namun peningkatan volume kendaraan tidak membuat kemacetan di jalur alternatif ini.
"Sudah banyak pengendara yang memadati lajur yang menuju ke barat. Sedangkan arus yang menuju ke timur relatif lengang," kata petugas posko, Sungkono.
Ia menjelaskan, arus lalu lintas ini didominasi oleh kendaraan dengan nomor polisi dari Jakarta dan Jawa Barat. Untuk mengatur lalu lintas, sejumlah petugas kepolisian sudah bersiaga di sepanjang lajur jalan.
Lajur yang menuju ke barat didominasi oleh kendaraan pribadi dan sepeda motor. Cuaca di sekitar wilayah Jalur Selatan Selatan hingga pukul 14.00 WIB cerah.
Sungkono berpesan agar masyarakat berhati-hati ketika melintas di Jalur Selatan Selatan. Tidak perlu tergesa-gesa atau menyalip kendaraan lain untuk menghindari dari kecelakaan.
(vit/nrl)










































