Sikap Golkar tersebut pun dipertanyakan, mengingat saat ini isu resuffle kabinet tengah mengemuka di publik.
"Ada apa ini? Jangan-jangan isu Bank Century ini akan menjadi ajang tawar menawar Golkar," ujar Direktur Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti kepada wartawan usai nonton bareng film 'Sang Pencerah' di Plaza Senayan, Jakarta, Senin (13/9/2010) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Di sisi lain kondisi Golkar sedang terhimpit oleh kasus suap BI. Kalau Golkar ditendang juga dari kabinet, habislah Golkar. Makanya isu Bank Century kembali dimunculkan agar Golkar tetap eksis di Kabinet,"terangnya.
Meski demikian Ray mengaku bila alasan yang diungkapkan Golkar terkait skandal Bank Century cukup rasional. Hal tersebut dikarenakan skandal tersebut merugikan keuangan negara hingga Rp 6,7 triliun.
"Memang benar ada keputusan DPR agar kasus ini diusut, tapi apa motif Golkar di balik ini. Jangan sampai kasus ini kemudian dimanfaatkan oleh kepentingan politik praktis. Masyarakat juga ingin kasus ini diusut tuntas," imbuhnya.
(her/rdf)










































