Studi Banding Cuma Bagi-bagi Jatah DPR Ke Luar Negeri

Studi Banding Cuma Bagi-bagi Jatah DPR Ke Luar Negeri

- detikNews
Selasa, 14 Sep 2010 01:33 WIB
Jakarta - Anggota DPR RI berencana melakukan studi banding ke beberapa negara terkait RUU Kepramukaan dan RUU Holtikultura. Studi banding ini dianggap hanya alasan bagi para anggota dewan untuk bisa berjalan-jalan ke luar negeri.

"Pola seperti ini berjalan tiap tahun dan memang seperti kebiasaan bagi-bagi jatah jalan-jalan keluar negeri untuk para dewan," ujar Direktur Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti kepada wartawan usai nonton bareng film 'Sang Pencerah' di Plaza Senayan, Jakarta, Senin (13/9/2010) malam.

Menurut Ray, studi banding yang dilakukan oleh para anggota dewan selama ini tidak memberi kontribusi nyata. Hal tersebut terjadi karena tidak ada laporan yang jelas bagi anggota dewan yang melakukan studi banding ke luar negeri.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pola kerja, laporan tidak masuk, atau bobot laporan studi banding itu semua kacau. Studi banding itu cuma jalan-jalan ke luar negeri untuk menghabiskan uang negara," tambahnya.

Menurut Ray, dalam satu tahun seorang anggota DPR bisa melakukan studi banding ke tiga negara yang berbeda. Pegawai Sekretariat Jenderal DPR dan Staf ahli pun ikut mendampingi sehingga anggaran negara membengkak.

"Ini betul-betul pemborosan bagi keuangan negara," imbuhnya.

(her/rdf)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads