"Pola seperti ini berjalan tiap tahun dan memang seperti kebiasaan bagi-bagi jatah jalan-jalan keluar negeri untuk para dewan," ujar Direktur Lingkar Madani (Lima) Ray Rangkuti kepada wartawan usai nonton bareng film 'Sang Pencerah' di Plaza Senayan, Jakarta, Senin (13/9/2010) malam.
Menurut Ray, studi banding yang dilakukan oleh para anggota dewan selama ini tidak memberi kontribusi nyata. Hal tersebut terjadi karena tidak ada laporan yang jelas bagi anggota dewan yang melakukan studi banding ke luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ray, dalam satu tahun seorang anggota DPR bisa melakukan studi banding ke tiga negara yang berbeda. Pegawai Sekretariat Jenderal DPR dan Staf ahli pun ikut mendampingi sehingga anggaran negara membengkak.
"Ini betul-betul pemborosan bagi keuangan negara," imbuhnya.
(her/rdf)











































