Namun ramainya arus mudik membuat sebagian orang memilih mudik usai Lebaran, paling tidak itulah yang dipilih Kasmin (28).
"Mending mudik habis lebaran, nggak ramai bisa duduk selonjor di kereta," ujar
Kasmin yang sedang menunggu Kereta Matarmaja di Stasiun Senen, Jakarta Pusat, Senin (13/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Biasanya sepi, malah bisa selonjor kalau habis lebaran. Tapi kalau mau Lebaran penuh banget mas," ujar penjaga toko di Bendungan Hilir ini.
Meski mudik usai Lebaran, Kasmin yang ditemani dua teman sekampungnya mengaku tidak menyesal melewatkan momen Lebaran tanpa keluarga besarnya. Lebaran yang identik dengan silaturahmi dengan kerabat telah dilakukan dengan menggunakan alat telekomunikasi.
"Kalau cuma maaf-maafan sekarangkan sudah canggih, bisa lewat telepon atau SMS lebih murah malahan. Makanya daripada pulang berjubelan, mending mundur aja cari yang," terangnya.
Meski kereta yang akan menghantarkan dirinya ke kampung halaman baru tiba Pukul 14.00 WIB, namun Kasmin memilih untuk berangkat lebih awal.
"Supaya bisa dapat tempat duduk, tapi kayaknya sepi. Beli tiket aja tadi sepi gak ngantri ramai," imbuhnya.
Mudik kali, Kasmin tidak sempat membawa buah tangan untuk kerabatnya. Namun beberapa uang receh pecahan Rp 1.000 dan Rp 5.000 untuk dibagikan kepada sepupunya di kampung.
"Cuma receh, maklum sepupu yang masih kecil banyak. Kalau dikasih uang baru mereka
senang dan uangnya biasanya disimpan tidak dipakai jajan," imbuhnya.
(her/ndr)











































