"Kapolri mendatang harus bisa menjamin keamanan dan ketertiban, termasuk keamanan warga negara dalam beribadah," kata Ketua DPP PDI Perjuangan, Maruarar Sirait, kepada detikcom, Minggu (12/9/2010).
Ara, sapaan akrabnya, menyoroti khusus soal besarnya alokasi anggaran pertahanan keamanan dan Polri dalam Nota Keuangan pemerintah yang dibacakan Presiden 16 Agustus lalu, sebesar Rp 73 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
menyetujui," kata Ara.
Ara juga mengkritik peran intelejen kepolisian sehingga terjadi penusukan. Ia menilai peran intelejen tidak maksimal.
"Harusnya kan sudah bisa diprediksi hal seperti itu. Ini kok terulang lagi," kata dia.
(lrn/rdf)











































