Terduga Penusuk Jemaat HKBP Pakai Rompi & Bermotor Bebek

Terduga Penusuk Jemaat HKBP Pakai Rompi & Bermotor Bebek

- detikNews
Minggu, 12 Sep 2010 18:49 WIB
Jakarta - Dua orang yang diduga terlibat penusukan dan pemukulan terhadap jemaat HKBP Pondok Timur Indah, Bekasi, diamankan polisi. Diduga keduanya berbonceng menggunakan sepeda motor bebek.

"Yang ditangkap itu mereka sedang melintas membawa motor kemudian dilihat sama petugas. Karena mencurigakan lalu diperiksa, dan ditemukan ada senjata tajam. Yang membawa senjata tajamnya satu orang," ujar Kapolres Bekasi Kombes Pol Imam Sugianto saat dihubungi detikcom, Minggu (12/9/2010).

Tidak terdapat darah pada senjata tajam yang ditemukan pada dua orang tersebut. Apakah mereka pelaku penusukan atau bukan, pihak kepolisian belum bisa memastikan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ada hubungan atau tidak sedang dikembangkan reserse," imbuh Imam.

Menurut keterangan saksi mata, pelaku memakai rompi dan dan berbaju putih. Pelaku diduga gerombolan bermotor yang berjumlah 6 hingga 7 orang.

Imam menegaskan, peristiwa tersebut merupakan murni tindak kriminal. "Kita nggak mau berandai-andai," ucapnya.

Disampaikan dia, ketika jemaat HKBP Pondok Timur Indah hendak berjamaah, polisi telah melakukan pengawalan. Namun kejadian begitu cepat sehingga petugas tidak bisa mengantisipasinya. Pada saat rombongan jemaat berjalan menuju tempat ibadah, polisi berjalan di depan sedangkan korban berada di tengah.

"Jemaat ini datang ke arah gereja sementara pelaku dari arah berseberangan. Dia lewat, berhenti dan menusuk," jelas Imam.

Imam menambahkan, Pendeta Luspida Simanjuntak menjadi korban pemukulan pelaku karena berniat menyelamatkan Asia Sihombing yang mendapat tusukan di perutnya. Luspida mengalami luka ringan, ada memar dan benjol di kepala. Namun dia telah divisum.

Kendati telah mengamankan dua orang, namun polisi mengaku belum ada orang yang dicurigai sebagai pelaku pasti. Motifnya pun belum bisa diungkapkan sebelum yang bersangkutan ditangkap dan dimintai keterangan.

Hingga kini sudah 9 orang yang diperiksa sebagai saksi. Mereka adalah jemaat dan masyarakat di sekitar TKP.

(vit/ndr)


Berita Terkait