Gus Solah: Jangan Ada Aksi Balas Dendam Perobekan Alquran

Gus Solah: Jangan Ada Aksi Balas Dendam Perobekan Alquran

- detikNews
Minggu, 12 Sep 2010 09:43 WIB
Jakarta - Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, KH Salahuddin Wahid, meminta masyarakat Indonesia tidak melakukan balas dendam terhadap aksi perobekan Alquran di Amerika Serikat. Protes terhadap perobekan Alquran boleh dilakukan asal damai.

"Kita tentunya marah. Tetapi, apakah kita harus marah dalam bentuk merobek Injil dan merusak milik Kristen? Itu harus dihindari. Jangan ada aksi balas dendam. Tunjukkan bahwa kita lebih dewasa dari orang Amerika Serikat," kata pria yang akrab disapa Gus Solah ini kepada detikcom, Minggu (12/9/2010).

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) ini berpendapat, masyarakat Indonesia boleh melakukan demonstrasi memprotes perobekan Alquran asalkan tidak melakukan kekerasan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Boleh menunjukkan ketidaksukaan dengan demo dan kata-kata. Jangan melakukan kekerasan. Tentunya, kita harus menghindari tindakan yang berpotensi menyinggung, membuat luka dan membuat kelompok lain marah.
Kalau orang menghormati kita, kita juga harus menghormati," pesan adik kandung Gus Dur ini.

Sebuah grup yang terdiri dari 6 orang aktivis melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Putih. Dalam aksinya, mereka merobek beberapa lembar isi kitab Alquran.

Tindakan yang dilakukan para aktivis ini bertentangan dengan apa yang diinginkan oleh Presiden Obama tentang hubungan AS dan Islam. Menurut Obama Islam bukan musuh AS, dan selamanya AS tidak akan menyatakan perang dengan Islam.
(aan/ndr)


Berita Terkait