6 Pengunjuk Rasa Robek Alquran di Depan Gedung Putih

6 Pengunjuk Rasa Robek Alquran di Depan Gedung Putih

- detikNews
Minggu, 12 Sep 2010 02:13 WIB
Washington - Presiden Amerika Serikat Barack Obama telah menyerukan soal toleransi beragama dan menegaskan rakyat AS tidak akan pernah memerangi Islam. Namun sayangnya, masih ada segelintir oknum yang mencoba merusak hubungan tersebut.

Sebuah grup yang terdiri dari 6 aktivis ini melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Putih. Dalam aksinya, mereka merobek beberapa lembar isi kitab Alquran.

"Tolong dengarkan saya, penggambaran Islam sebagai agama yang damai harus dihentikan, ujar Randall Terry, salah seorang pengunjuk rasa tersebut, Sabtu (11/9/2010). Demikian ditulis AFP.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pengunjuk rasa yang lain, Andrew Beacham, membaca beberapa lembar isi Alquran yang isinya tentang permusuhan dengan Kristen dan Yahudi. Kemudian disobeknya, halaman tersebut. Lalu dengan hati-hati, sobekan kertas tersebut dimasukan ke dalam kantung plastik, agar tidak mengotori halaman Gedung Putih.

"Satu-satunya alasan saya tidak membakarnya adalah karena membakar apa pun di halaman Gedung Putih adalah tindakan kriminal," terang dia.

Aksi segelintir orang ini mengundang perhatian beberapa wisatawan. Polisi melakukan penjagaan dan mengambil nama para pengunjuk rasa tersebut, tapi tidak melakukan pencegahan.

Sebelumnya Obama telah menegaskan Islam bukanlah musuh AS. AS pun tidak akan pernah memerangi Islam.

"Sebagai orang Amerika, kami tidak dan selamanya tidak akan pernah memerangi Islam," ujar Obama dalam peringatan serangan 11 September yang digelar di Pentagon.

Pastor Terry Jones pun telah membatalkan aksinya untuk membakar Alquran. Dia menegaskan tidak akan pernah membakar Alquran.

"Kami tidak akan membakar Alquran. Tidak hari ini dan selamanya," tegas Jones.
(rdf/rdf)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait