Hal tersebut diungkapkan Ketua DPP Partai Amanat Nasional (PAN) bidang Luar Negeri, Bara Hasibuan, kepada detikcom, Sabtu (11/9/2010).
"Sebagai pemimpin negara besar, di dunia yang semakin interconnected, tidak salah kalau SBY merasa bertanggung jawab untuk memberikan reaksi terhadap tindakan yang bisa merusak harmony dan perdamaian dunia," kata Bara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Suatu ironi besar kalau SBY bereaksi keras terhadap rencana tindakan biadab di negara lain tapi tidak berbuat apa-apa kalau terjadi tindakan biadab di negara sendiri," tegas Bara.
Bara menilai, kredibiltas internasional SBY juga akan lebih kuat jika dapat menunjukkan keberhasilan mengatasi masalah kekerasan agama di negara sendiri. Dengan demikian, jika SBY mengambil sikap keras terhadap rencana pembakaran Al Quran, hal itu juga memberikan tanggung jawab kepada dirinya untuk melakukan sesuatu apabila kekerasan berdasarkan agama terjadi di Indonesia.
"Dalam berbagai kesempatam di luar negeri SBY membanggakan harmoni agama di Indonesia. Maka kalau harmoni itu dirusak oleh beberapa kelompok menjadi kewajibannya utk melakukan sesuatu secara konkret," ungkap Bara.
(djo/ndr)











































