Idul Fitri Meriah nan Waspada di Lebanon

Idul Fitri Meriah nan Waspada di Lebanon

- detikNews
Sabtu, 11 Sep 2010 09:21 WIB
Idul Fitri Meriah nan Waspada di Lebanon
Beirut - Perayaan Idul Fitri dirayakan dengan meriah belahan dunia. Tidak terkecuali perayaan lebaran oleh masyarakat Indonesia yang bermukim di Lebanon. Berbagai makanan khas Indonesia dan suguhan hiburan ditampilkan dalam halal bi halal di KBRI Beirut.

Seperti disampaikan dalam siaran pers, KBRI Beirut yang diterima detikcom, Sabtu (11/9/2010), acara halal bi halal dan ramah tamah bersama masyarakat Indonesia di Lebanon dilakukan pada Jumat (10/9).

Acara yang dihadiri oleh ratusan masyarakat Indonesia di Beirut tersebut diselenggarakan setelah pelaksanaan Shalat Idul Fitri berjamaah di aula KBRI yang diimami oleh Sheikh Khalil al-Jambaik, dosen Fakutas Syariah, Universitas Global Lebanon.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Acara ramah tamah diisi dengan menampilkan pertunjukan musik yang dibawakan mahasiswa dan staf KBRI Beirut dengan tembang-tembang lawas bermuatan religi. Acara ini juga menjadi sarana para WNI untuk saling bersilaturrahmi tersebut juga dihadiri oleh utusan Satgas Kontingen Garuda (Konga) TNI yang tergabung di dalam UNIFIL (pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon Selatan).

Dalam kesempatan itu, Kuasa Usaha Ad Interim KBRI Beirut (KUAI), R.A. Arief, menyampaikan pesan agar WNI selalu mematuhi peraturan dan hukum yang berlaku di Lebanon, termasuk memperhatikan masa ijin tinggal, kelengkapan dokumen kekonsuleran dan senantiasa menjaga komunikasi dengan seluruh masyarakat Indonesia lainnya. Para WNI juga diingatkan agar mengantisipasi terjadinya kemungkinan terburuk di Lebanon.

"Keamanan Lebanon sangat rentan dipengaruhi oleh situasi di kawasan Timur Tengah," terang Arief.

Menurut Arief juga, posisi Lebanon yang bertetangga dengan Israel, juga dengan kondisi politik dalam negeri yang rawan dengan konflik internal membuat semua yang tinggal di negeri ini harus selalu siap untuk menerima kemungkinan terburuk.

"Perkembangan isu nuklir Iran dan pembicaraan nasib bangsa Palestina merupakan dua masalah lainnya yang ikut berperan dalam menentukan kondisi keamanan Lebanon," imbuhnya.

Namun demikian, Arief berharap, acara sosialisasi contingency plan menjadi sebuah bekal untuk persiapan terburuk. "Namun kita berharap yang terbaik, mudah-mudahan Lebanon akan selalu aman," terangnya.

Dalam kondisi tersebut, KBRI secara proaktif berkomunikasi dengan semua WNI dan nantinya akan mempersiapkan tempat pengungsian sementara di KBRI jika diperlukan. "Langkah evakuasi semua WNI ke luar Lebanon pun menjadi skenario terakhir setelah ada otorisasi dari Kemlu RI di Jakarta," imbuh Arief.

Sementara menurut Sekretaris Ketiga Fungsi Penerangan KBRI Beirut, Ahmad Syofian, sejauh ini kondisi Lebanon masih kondusif. Ratusan ribu pelancong dari Teluk dan Eropa datang ke Lebanon setiap musim panas, bahkan hingga Agustus tahun 2010 tercatat lebih kurang 1,5 juta turis asing telah tiba di Bandara Beirut.

Hingga saat ini, terdapat250-an WNI yang berdomisili di Lebanon. Sebagian besar adalah mahasiswa yang sedang kuliah di beberapa perguruan tinggi. Yang lain merupakan tenaga kerja di berbagai profesi seperti restoran, pusat kebugaran serta ibu rumah tangga yang menikah dengan warga Lebanon. Mayoritas WNI tinggal di Beirut dan hanya kurang dari lima orang yang tinggal menyebar di luar kota Beirut. Sementara itu juga tercatat 1300-an personel Kontingen Garuda TNI di UNIFIL.
(ndr/vit)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads