Emma Jones yang tinggal di Jerman, menjelaskan dia sudah mencoba mengirimkan email untuk mencegah rencana ayahnya. Namun email itu tidak dibalas sang ayah.
"Ayah saya bukan orang yang mudah menyerah. Sebagai anak saya melihat ada hal baik di dalam dirinya. Tapi saya rasa dia butuh perawatan," ujar wanita yang berusia 30 tahun ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Emma sempat bercerita tentang keadaan sebuah komunitas Kristen yang diikuti ayahnya selama bertahun-tahun lalu. Awalnya komunitas itu berorientasi pada bible. Namun bertahun-tahun kemudian Emma menemukan komunitas itu berubah menjadi semacam sekte.
"Saya lihat ayah saya melakukan banyak hal yang tidak ada dalam bible. Dia menuntut kesetiaan hanya untuk dirinya dan istri keduanya," terang Emma.
Jones memang menikah lagi setelah ditingal mati ibu kandung Emma, tahun 1996 lalu. Pada akhirnya, komunitas itu akhirnya mengeluarkan Terry Jones saat dia pindah ke Amerika Serikat tahun 2008 lalu.
"Saya harap ayah saya sadar kembali," harap Emma.
(rdf/rdf)











































