"Uang santunan sudah dipegang ibu. Tapi karena takut tidak biasa pegang uang banyak jadinya dititipkan sama polisi," terang saksi mata dan orang yang menolong Joni di Istana Negara, Waiman saat ditemui di RSCM, Jakarta Pusat, Jumat (10/9/2010).
Euis sendiri memang seorang tuna netra dan tuna rungu. Waiman menjelaskan uang tersebut diserahkan pemerintah saat dirinya dan Euis menjalani pemeriksaan seputar kematian Joni di Polsek Metro Gambir. Uang tersebut dimasukan dalam sebuah amplop coklat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Joni Malela meninggal dunia saat menghadiri open house yang digelar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Istana. Jenazah Joni kemudian dibawa ke RSCM.
Pihak istana meyakini Joni meninggal karena mengalami sakit jantung. Sedang menurut kesaksian petugas ambulans, saat di tengah antrian Joni mengalami sesak nafas, yang kemudian tidak tertolong lagi dan meninggal dunia.
(rdf/rdf)











































