"Saat itu Joni dan istrinya sudah berdiri dalam antrian paling depan. Mereka menunggu giliran, hingga kemudian entah bagaimana, Joni mundur ke belakang," kata petugas ambulans, Heri Harjito di lokasi di Jl Majapahit, Jakpus, Jumat (10/9/2010).
Nah saat mundur ke belakang itu, lanjut Heri, Joni yang menurut keterengan istrinya hendak buang air dan merasa kepanasan, tiba-tiba mengalami sesak nafas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat mundur ke belakang itu, istrinya sempat meminta bantuan polisi. Lalu petugas pun membawa suami istri tuna netra itu menepi.
"Sudah diberikan pertolongan dengan memberi nafas buatan dan ditembak dadanya, tapi sudah tidak tertolong," terang Heri.
Heri juga memastikan bahwa Joni meninggal bukan karena terinjak-injak. "Saat diberikan pertolongan pertama nafasnya sudah sulit, dan saat dibawa ke mobil sudah meninggal dunia," tutupnya. (ndr/vit)










































