Peristiwa itu terjadi di Jl. Brigjend Sudiarto, Penggaron, Semarang, Rabu (8/9/2010) malam. Para buruh memenuhi halaman pabrik yang bergerak di bidang garmen tersebut.
"Ini yang mau mudik, batal. Besok kan sudah Lebaran," kata seorang buruh, Siswati.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Emosi para buruh sempat naik saat mendengar kabar perusahaan tak bisa membayar dalam waktu dekat karena tak punya uang. Mereka menggedor-gedor pintu dan memaki karyawan pabrik.
Buruh perempuan itu memastikan perusahaan bisa membayar upah, karena sebelumnya mereka telah memberi THR. "Tak mungkin mereka tak bisa membayar," kata mereka.
Emosi buruh mereda setelah aparat kepolisian turun tangan. Perwakilan buruh ditemui pihak perusahaan. Tak jelas hasil pertemuan itu, karena perusahaan tak memberi keterangan resmi.
Berdasar informasi di lapangan, dikabarkan upah dibayar 20 September mendatang. Jika tidak, perusahaan didenda dan akan berurusan dengan kepolisian. Meski tak puas, akhirnya buruh meninggalkan pabrik yang didudukinya selama beberapa jam itu.
(try/mok)











































