SBY menegaskan bahwa pergantian Jaksa Agung merupakan hak prerogatif presiden. Karena itu, SBY akan memilih calon yang paling baik.
"Terkait Jaksa Agung saya memilih tokoh yang cakap bisa dari pejabat karir, bisa dari pejabat non karir," ujar SBY dalam pidatonya di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/7/2010) malam.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SBY meminta, kepemimpinan Jaksa Agung dan Kapolri berikutnya harus bisa meningkatkan kinerja dalam penegakkan hukum. "Kapolri dan jagung ke depan makin efektif dalam penegakkan hukum, yang sudah baik dijaga dan dipertahankan kemudian dilakukan upaya yang lebih," tambahnya.
Selama ini beredar keinginan masyarakat agar SBY memilih salah satu dari dua calon pimpinan KPK untuk dijadikan jaksa agung. Dua calon pimpinan KPK itu adalah Busyro Muqoddas dan Bambang Widjojanto.
(ape/asy)











































