"Saya tidak perlu mengambil tindakan, itu Panglima TNI, KASAU, dan Menhan yang memiliki kaitan itu," kata SBY yang mengenakan batik berwarna biru dalam jumpa pers di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Rabu (8/9/2010).
SBY juga menjelaskan, sesuatu yang lebih fundamental dalam kehidupan demokrasi berlaku di Indonesia dan di seluruh dunia. Bagi prajurit dan perwira aktif tidak ada ruang menyerang atasan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
SBY menambahkan, dalam pemerintahan demokrasi, sipil yang mengontrol militer. Tentu, militer tunduk kepada pemimpin yang dipilih rakyat.
"Tentu tidak boleh menjadi preseden, reformasi sudah berjalan begitu jauh. Untuk mencegahnya aturan di lingkunga lembaga TNI mesti ditegakkan," tutupnya. (ndr/gah)











































