"Mereka (Kompolnas) harus mendengar aspirasi masyarakat, harus diumumkan nama-nama itu," kata pengamat Kepolisian Bambang Widodo Umar saat berbincang dengan detikcom, Rabu (8/9/2010).
Bambang mengatakan, setiap tahap seleksi Kapolri, Kompolnas harus mendengar aspirasi masyarakat. Pengumuman nama-nama calon dinilai penting untuk memudahkan penilaian masyarakat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang menilai, proses seleksi Kapolri masih saja tertutup dan tidak transparan. Sudah saatnya masyarakat mengetahui dan diberi ruang untuk menilai.
"Jangan nanti membeli kucing dalam karung. Masyarakat pasti punya harapan untuk Kapolri yang baru," tukasnya.
Menurut Bambang, keberadaan Kompolnas dalam proses seleksi calon Kapolri diharapkan bisa memberi akses bagi masyarakat untuk berpartisipasi. "Kita kan ngga bisa percaya sepenuhnya pada DPR. Di sana banyak kepentingan politiknya," pungkasnya.
(ape/nrl)










































