Pilot: Masih Ada Pejabat yang Baik, yang Telat Hanya Oknum

Pesawat Ngaret

Pilot: Masih Ada Pejabat yang Baik, yang Telat Hanya Oknum

- detikNews
Rabu, 08 Sep 2010 10:34 WIB
Pilot: Masih Ada Pejabat yang Baik, yang Telat Hanya Oknum
Jakarta - Tidak semua pejabat datang terlambat ketika hendak naik pesawat. Ada juga yang selalu on time dan berbaur dengan penumpang lainnya. Bahkan sempat menyapa sang pilot di kokpit.

"Yang telat itu hanya oknum. Masih ada menteri atau pejabat yang baik," kata Ketua Federasi Pilot Indonesia, Kapten Manotar Napitupulu, kepada detikcom, Rabu (8/9/2010).

Pejabat yang pernah membuat kesan mendalam bagi Manotar adalah mantan menteri lingkungan hidup Emil Salim. Saat naik pesawat, Emil selalu tepat waktu dan menyapa penumpang lain hingga pilot.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Selalu nyapa ke depan, lalu bilang saya ikut ya. Ada menteri lain yang baik, tapi yang berkesan ya Pak Emil," ceritanya.

Sedangkan untuk pejabat yang terlambat, Manotar menilainya karena aturan protokoler yang berlebihan. Pernah suatu waktu ada pejabat yang sudah datang di ruang tunggu VIP bandara, namun belum naik ke pesawat karena para protokolernya meminta semua penumpang boarding terlebih dulu.

"Protokoler mereka tuh menunggu penumpang komplet, sering menganggap nanti saja deh setelah penumpang penuh. Padahal seharusnya ikut saja antrean di belakang supaya cepat," papar pilot Garuda ini.

Khusus untuk Garuda, Manotar mengaku sudah memiliki prosedur tetap soal pejabat yang datang terlambat. Bahkan dirinya selalu menyiasati waktu boarding dengan meminta penumpang lain naik lebih cepat jika ada pejabat yang hendak ikut naik.

"Kalau masih terlambat juga ya kita tinggal," tegasnya.

Bagi para pejabat, Manotar mengimbau agar tidak menyalahgunakan wewenangnya untuk meminta penundaan pesawat. Termasuk bagi para petugas  protokoler agar lebih sigap ketika waktu pemberangkatan.

"Maksudnya kita imbau jangan jadi memberikan preseden yang buruk bagi orang lain. Kalau kita mengumumkan keterlambatan karena pejabat datang telat, bisa diteriakin orang," urainya.

Sebelumnya, Edhi Baskoro Yudhoyono dan Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan pada 4 dan 5 September lalu terlambat menaiki pesawat. Gara-gara keduanya, para penumpang kesal karena harus menunggu sampai 3-20 menit. Namun, atas hal itu, kedua pejabat sudah membantah informasi tersebut. Garuda juga memastikan Ibas tidak meminta pesawat ditunda.

Anggota FPDIP Budiman Sudjatmiko juga pernah mengalami hal serupa. Hanya saja, dia sebagai 'korban' keterlambatan pesawat karena menunggu menteri.
(mad/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads