Kereta Cireks, lazimnya hanya berhenti di Jatibarang dan Cirebon. Ada juga Cireks khusus dengan tujuan akhir Brebes, yang juga berhenti di Haurgeulis, selain Jatibarang dan Cirebon.
Namun untuk Cireks pada Rabu (8/9/2010), pemberhentian itu sepertinya tidak berlaku.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Cireks ini adalah Cireks reguler yang hanya berhenti di Jatibarang. Namun kenyataannya Cireks berhenti beberapa kali dan itu di tengah jalan, bukan stasiun.
Cireks berhenti di tengah jalan menjelang Stasiun Haurgeulis, dan menjelang Arjawinangun. Setiap berhenti yang hanya sekitar 20 detik itu, berhamburanlah puluhan penumpang.
"Biasanya sengaja Mas. Biar yang mudik ke Haurgeulis dan Arjawinangun bisa langsung sampai ke kampung," kata Asep, seorang pemudik.
Rupanya hal itu sudah jadi rahasia umum untuk pemudik saat momen kereta penuh seperti Lebaran. Biasanya, kereta berhenti sesaat atas permintaan penumpang.
Walaupun praktik ini berbahaya dan membuat kereta terlambat sampai Cirebon, namun sebagian penumpang malah merasa tertolong.
"Masinisnya baik, Mas. Daripada turun di Cirebon, terus balik lagi ke Haurgeulis kan jauh," kata Malik, pemudik lainnya.
Sementara, Kahumas Stasiun Cirebon Rudi Effendy mengatakan walaupun alasannya memudahkan pemudik, praktik berhenti di tengah jalan ini tidak dibenarkan.
"Nanti akan segera kita tindak lanjuti," kata Rudi kepada detikcom.
Puncak Arus Mudik
Sementara itu puncak arus mudik di Stasiun Cirebon diprediksi terjadi hari ini. Menurut Rudi, diprediksi ada 10 ribu pemudik yang pulang ke Cirebon hari ini. Sementara, kemarin tercatat ada sekitar 5 ribu pemudik yang datang.
(fay/mad)










































