"Selama ini hilal dilihat oleh perseorangan baik dengan mata telanjang atau pun dengan alat bantu teropong, yang kemudian orang-orang yang menemukan itu diambil sumpah. Namun kini dengan TIK, apa yang dilihat oleh perseorangan itu bisa dipancarluaskan dan dilihat oleh seluruh masyarakat," ujar Kepala Pusat Data Kementerian Komunikasi dan Informatika Yan Rianto lewat rilis yang diterima detikcom, Rabu (8/9/2010).
Menurut Yan, masyarakat dapat langsung melihat Hilal dengan mekanisme alat bantu teropong digital yang kemudian ditransferkan melalui website, dan bisa dipancarluaskan melalui televisi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pihaknya telah mempersiapkan seperangkat alat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam proses pencarian hilal yang dilakukan sore hari pada titik pemantauan yang akan mendukung tujuh sampai sebelas daerah tempat pemantauan.
"Masyrakat dapat menyaksikan melalui situs http://hilal.depkominfo.go.id. Selain itu dapat juga menyaksikan di alamat http://bosscha.itb.ac.id/hilal," kata Yan.
Rencananya,pengamatan hilal dilaksanakan selama 2 hari pada tanggal 8 dan 9 September 2010, di 12 lokasi, yaitu:
1.SPD LAPAN Biak - Papua
2.Pantai Barat Kupang – Nusa Tenggara Timur
3.Mataram – Nusa Tenggara Barat
4.Lantai atas MTB Makasar – Sulawesi Selatan
5.Samarinda Kaltim
6.Mesjid Agung Surabaya – Jawa Timur
7.Pos Observasi Bulan, Bukit Belabelu - Yogyakarta
8.Observatorium Bosscha - Bandung
9.Menara timur UPI – Bandung
10.Stasiun Pengamatan Dirgantara, Pamengpeuk, Garut
11.UINSUSKA Pekanbaru – Riau
12.Observatorium Lok Ngah – Nangro Aceh Darussalam
(fiq/van)











































