Aksi demo para gepeng ini berlangsung Selasa (07/09/2010), pukul 22.30 WIB di Kantor Dinas Sosial, Jl Sudirman, Pekanbaru. Mereka ini kelompok pengemis yang menyebar di sejumlah persimpangan lampu merah dan pusat perbelanjaan di Pekanbaru, Riau.
Para gepeng ini menuntut 50 kebebasan rekannya yang selama dua hari ini tertangkap tim yustisi. Mereka meminta Pemerintah setempat memahami kesulitan mereka mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan Lebaran.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun tututan mereka ditolak mentah-mentah. Menurut Kepala Kantor Satpol PP Pemkot Pekanbaru, Indra Kusuma, bahwa gepeng yang ada di Pekanbaru hanya mudus saja. Dugaan kuat menjamurnya gepeng selama Ramadan sengaja dikordinir pihak-pihak tertentu.
"Kita tidak akan bebaskan mereka yang sudah terjaring razia. Kita tetap akan menertibkan mereka yang mengemis," kata Indra.
Dari 50 orang yang tertangkap, katanya, diketahui mereka tidak semuanya cacat sebagaimana modus mereka untuk mengemis. Ternyata dari yang tertangkap itu, ada yang pura-pura buta, pura-pura buntung kakinya.
"Jadi mereka ini benar-benar sudah dikordinir. Mereka hanya pura-pura saja. Karena itu kita tidak akan membebaskan mereka. Kita akan lakukan pembinaan bagi mereka yang terjaring razia," kata Indra.
(cha/van)










































