"Banyak rumah yang hancur akibat ledakan itu. Orang-orang mencari korban yang selamat," ujar seorang saksi mata, seperti dikutip detikcom dari Reuters, Rabu (8/9/2010).
Berdasarkan keterangan dari pihak Kepolisian Dilawar, Bangash Khan, bahan peledak ditanam di dalam mobil yang diparkir di dekat gerbang kompleks. Namun tidak diketahui pasti apakah bom tersebut diledakkan dengan remote control atau oleh seorang pembom bunuh diri.
Serangan milisi telah menewaskan hampir 120 orang dalam rangkaian serangan bom bunuh diri yang bertujuan menggulingkan Pemerintahan setelah banjir bandang yang melanda Pakistan sebulan lalu.
Seorang juru bicara Taliban pernah mengancam melakukan serangan bunuh diri terhadap pasukan keamanan dan kantor-kantor pemerintah setelah serangan pesawat AS ke kantong-kantong markas Taliban.
"Amerika melakukan serangan dengan izin dari Pakistan dan kami akan membalas dendam dengan serangan bunuh diri terhadap pasukan keamanan, polisi dan kantor pemerintah," juru bicara Taliban Tariq Azim.
Selama terjadinya kekerasan dan banjir di Pakistan, yang menewaskan lebih dari 1.700 orang dan membuat jutaan orang kehilangan rumah, telah mengangkat pertanyaan tentang stabilitas persenjataan nuklir di Pakistan.
(fiq/van)











































