"Kritik itu proporsional dan tepat laksana obat terutama kritik padangan komentar yang obyektif. Selebihnya saya serahkan ke Allah," kata SBY saat memberikan sambutan dalam acara buka puasa bersama Majelis Dzikir SBY Nurussalam di kediaman pribadinya di Cikeas, Bogor, Selasa (7/9/2010).
"Semoga bangsa kita diberikan kesadaran bahwa menjalankan pemerintahan ini tidak semudah membalikkan telapak tangan," kata SBY.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ada anak muda bilang kepada saya, Pak SBY yang tegar dan tabah. Padahal anak muda yang sedang pengungsian," ungkap SBY.
Meski mengaku sabar menghadapi banyak kritikan, namun SBY mencibir para pengkritiknya. Menurutnya, Pemilu 2009 baru saja selesai. Namun hawa persaingan tak sehat sudah muncul sekarang.
"Pemilu 2009 baru saja selesai, Pemilu 2014 masih jauh mengapa politik kita teraduk-aduk begini," kritik SBY.
(anw/van)











































