"Tidak efektif lah untuk menjawab keluhan masyarakat," kata anggota Kompolnas Adnan Pandu Praja saat ditemui di kantornya, Jl Tirtayasa, Jaksel, Selasa (7/9/2010).
Menurut Pandu, selama Irwasda tidak berjalan, masyarakat cenderung tidak akan percaya dengan polisi. Masalah menjadi besar, saat kepercayaan masyarakat menjadi buntu dan berujung pada aksi anarkis.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pandu menjelaskan, selama fungsi pengawasan daerah berjalan efektif, masyarakat tetap akan terkendali. "Tidak ada jaminan kasus ini tidak terulang kembali," tandasnya.
Sementara, terkait hal ini, Mabes Polri enggan menanggapi penilaian Kompolnas. Polri masih melakukan penyelidikan terkait kasus tersebut.
"Semua pendapat dan masukan itu kita hargai, namun demikian tim ini belum selesai bekerja, apa yang sesungguhnya terjadi, kelemahan ada di mana itu belum sampai pada kesimpulan," kata Wakadivhumas Polri Kombes Untung Yoga Ana.
(ape/mok)










































