Lilik dilaporkan oleh Triyono, wartawan Solopos. Triyono mengaku dipukuli Lilik di ruang kerjanya. Diduga perbuatan itu dilakukan Lilik karena tidak senang atas pemberitaan bahwa instansinya menerima aliran dana kasus korupsi perumahan.
Dalam laporannya ke POM AD Surakarta, Selasa (7/9/2010) sore, Triyono memaparkan pada Rabu (1/9) lalu dirinya didatangi seorang anggota intel Kodim Karanganyar. Intel tersebut mengatakan Triyono diminta datang menemui Lilik Sutikna di Makodim Karanganyar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya dipukul lima hingga enam kali dan ditarik-tarik rambut saya. Saat itu Pak Lilik mengatakan, 'Kamu mau berita besar, ini berita besar. Tapi kalau kejadian ini besok keluar di koranmu, kamu hilang'. Saya tidak siap saat itu. Saya benar-benar pusing akibat pukulan itu," ujarnya.
Triyono mengaku saat itu Lilik menyatakan keberatan atas pemberitaan tentang aliran dana korupsi perumahan Griya Lawu Asri (GLA) yang merugikan negara sekitar Rp 21,9 miliar. Kasus korupsi itu melibatkan Toni Haryono, suami bupati Karanganyar Rina Iriani.
"Saya tidak mengarang berita. Berita itu berdasarkan pengakuan Nanik Triningsih (bendahara KSU Sejahtera/pelaksana proyek perumahan) dalam persidangan di PN Karanganyar dengan tersangka Handoko Mulyono (ketua KSU Sejahtera)," lanjut Triyono.
Dalam persidangan itu, lanjutnya, Nanik Triningsih ditanya oleh hakim tentang aliran dana yang dikorupsi. Nanik menyebut sejumlah parpol, instansi dan lembaga turut menerima aliran dana yang seharusnya dipakai untuk membangun perumahan murah untuk buruh tersebut.
"Saat itu disebutkan bahwa Polres Karanganyar dan Dandim 0727 Karanganyar juga ikut menerima. Fakta persidangan itulah yang saya tulis sebagai berita. Saya tidak mengada-ada," lanjut Triyono yang mengalami bengkak dan pendarahan mata kirinya.
Triyono mengaku sempat ketakutan atas ancaman yang disampaikan Lilik. Selama hampir sepekan dia memendam kasus tersebut. Namun atas dorongan teman-teman sesama jurnalis dan jaminan dari redaksi tempat dia bekerja, hari ini dia baru melapor dan mengungkapkan kekerasan yang diterimanya itu.
Pihak Harian Solopos sepenuhnya akan mendukung Triyono. "Kami sepenuhnya akan mendukung dan membantu. Kami sama sekali tidak bisa membenarkan kekerasan terhadap jurnalis seperti ini," ujar Redpel Harian Solopos, Anton Wahyu Prihartono.
(djo/djo)











































