"Pesawat makin molor terbangnya karena pengawalnya harus menyimpan senjata-senjata itu di bagasi. Jadi tidak benar kalau mereka masuk ke kabin dengan membawa senjata," kata sumber detikcom, Selasa (7/9/2010).
Karena rombongan Ibas itu, pesawat yang seharusnya terbang pukul 09.30 WIB jadi terlambat sekitar 20 menit. Pesawat baru mengudara sekitar pukul 09.50 WIB.
Sebelumnya seorang penumpang, Hendro melihat Ibas dikawal oleh enam orang bersenjata lengkap. Sebelum naik ke pesawat, senjata-senjata itu diserahkan ke petugas Garuda untuk disimpan di bagasi.
Penumpang pesawat yang sempat komplain dengan keterlambatan itu akhirnya hanya terdiam setelah mengetahui penumpang yang ditunggu adalah anak presiden.
Pihak Ibas sendiri membenarkan soal keterlambatan itu. Namun Ibas hanya terlambat 10 menit, bukan 20 menit. Pihak Ibas juga membantah telah meminta pesawat untuk menunggu. Semua itu hak maskapai.
(ken/asy)











































