"Kritiknya kepada Garuda dong, bukan kepada Ibas, setelah memperlakukan orang tidak proper. Kalau Ibas tidak menyuruh dan tidak minta. Itulah lemahnya budaya mental kita kepada orang yang di atas," kata Ahmad Mubarok saat dihubungi detikcom, Selasa (7/9/2010).
Mubarok menyatakan, Ibas bukanlah tipe orang yang menggunakan peluang-peluang privilege seperti itu. "Dia bukan tipe yang menggunakan peluang seperti itu. Mungkin ada orang Demokrat yang mengurus karcis berhubungan dengan Garuda. Kalau Ibasnya tidak suka yang gitu-gitu. Tapi tidak menunggu orang pun Garuda sering terlambat," katanya.
Telatnya pesawat Garuda itu terjadi pada Sabtu 4 September 2010. Penumpang Garuda GA 222 harus bersabar 20 menit menunggu rombongan Ibas. Pesawat yang harusnya berangkat pukul 09.30 WIB baru bisa terbang pukul 09.50 WIB.
Sedangkan pada Minggu (5/9), pesawat Garuda Indonesia GA 239 sempat ngaret 3 menit gara-gara menunggu Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan. (nal/nrl)











































