Malaysia Sakit Hati Atas Aksi Pelemparan Tinja

Perundingan Kinabalu

Malaysia Sakit Hati Atas Aksi Pelemparan Tinja

- detikNews
Selasa, 07 Sep 2010 13:41 WIB
Malaysia Sakit Hati Atas Aksi Pelemparan Tinja
Kinabalu - Perundingan perbatasan RI-Malaysia di Kinabalu, Malaysia, dimanfaatkan pihak Malaysia untuk memprotes aksi pelemparan tinja di Kedubes Malaysia di Jakarta oleh massa Bendera. Aksi tersebut menyakiti perasaan rakyat Malaysia.

Seperti dilansir kantor berita Bernama, Senin (6/9/2010) malam, Menlu Malaysia Datuk Seri Anifah Aman menggelar jumpa pers bersama Menlu Marty Natalegawa usai Joint Commission for Bilateral Cooperation RI-Malaysia.

Dalam kesempatan itu, Anifah mengatakan aksi pelemparan tinja telah menyakiti hati rakyat Malaysia. Namun, Malaysia yakin tindakan itu bukan representasi sikap seluruh rakyat Indonesia.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya sampaikan perasaan rakyat Malaysia ke Bapak Marty. Tapi saya juga bilang bahwa kami paham aksi itu bukan refleksi atas sentimen rakyat Indonesia ataupun dibiarkan oleh pemerintah Indonesia," kata Anifah.

Atas pernyataan Anifah itu, Marty mengatakan pemerintah Indonesia berjanji agar aksi pelemparan tinja itu tidak terulang kembali. "Pemerintah Indonesia akan melakukan apa saja yang bisa untuk menegakkan hukum dan peraturan untuk memastikan insiden itu tidak terulang," kata Marty.

Sayangnya, dalam rilis resmi Kemenlu, Senin (6/9/2010) kemarin, pernyataan soal insiden pelemparan tinja ini tidak dicantumkan. Rilis resmi Kemenlu hanya mencantumkan hasil-hasil perundingan, rencana perundingan selanjutnya, masalah penangkapan 3 petugas KKP, dan upaya peringanan hukuman WNI yang terancam mati.

Selain itu, perundingan perbatasan Indonesia dan Malaysia berlangsung selama satu hari di Kinabalu, Malaysia, dengan melibatkan para diplomat kedua negara. Namun ternyata, seperti dilansir Bernama, pertemuan antara Marty dan Anifah hanya dua jam saja. (fay/nrl)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads