Aksi teror itu terjadi sekitar pukul 07.45 WIB, Selasa (7/9/2010). Seorang pria mengaku bernama Agus menelepon dan mengatakan RS itu siap diledakan. Pria itu juga sempat meminta kepada operator untuk disambungkan ke sebuah ruangan di basement.
"Telepon kira-kira enam kali, di antaranya diterima Mas Hendi, Pak Basuki. Saya sempat menerima telepon dari orang yang mengaku bernama Agus itu yang ke empat," ungkap Andi salah satu petugas parkir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ancaman teror ini disikapi serius pihak RS Bethesda dengan melaporkannya ke polisi. Tidak lama berselang, sejumlah anggota tim Gegana Polda DIY tiba di lokasi dan langsung melakukan penyisiran.
Petugas memeriksa dengan seksama setiap sudut dan tempat yang dicurigai. Namun setelah sekian lama dilakukan penyisiran, petugas tidak menemukan benda-benda yang mencurigakan. Selama penyisiran, aktivitas di RS tersebut tetap berjalan normal.
(djo/djo)











































