"Silakan saja ditilang. Kalau saya naik bus, anak saya nanti menangis, mencari bapaknya," kata Nani Rohani (32), warga Slipi,Β Jakarta Barat, yang hendak pulang ke Cirebon, kepada detikcom di check point Jalan Raya Lemah Abang, Kabupaten Bekasi, Selasa (7/9/2010).
Di check point ini setiap harinya tersedia 4 bus yang siap mengangkut pemudik ke Solo dan Cirebon. Bus disediakan bagi pemudik bermotor yang kelebihan beban sehingga membahayakan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal serupa dinyatakan Munawaroh (39), yang menolak secara tegas layanan tersebut. Padahal dirinya masih menggendong anak berumur 1 tahun. "Saya jauh ke Tegal, sementara bus cuma sampai ke Cirebon," ceritanya.
Hingga siang ini, ratusan kendaraan bermotor beriring-iringaan memadati jalur mudik Bekasi - Cikarang. Tampak di antara mereka masih tetap membawa balita dan anak kecil. Bahkan ada yang hingga 4 orang, satu di depan dan satu diapit bapak-ibunya.
Kini gerimis mulai turun mengguyur sepanjang jalur Bekasi sehingga pemudik diharap lebih waspada. "Ya bagaimana lagi, naik motor lebih murah dan tidak berdesak-desakan," aku Munawaroh.
(asp/nrl)











































