"Ditegur terlalu awal itu tidak baik bagi demokrasi, tidak perlu ditegur secara terbuka," kata Wakil Ketua DPR Pramono Anung di Gedung Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/9/2010).
Pram, sapaan akrabnya, memahami dalam sistem komando TNI memang tidak tepat jika bawahan mengkritik atasan, terlebih terhadap panglima tertinggi yang adalah Presiden RI. Namun, kata Pram, hendaknya TNI tidak menegur secara terbuka prajuritnya tersebut.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pram juga menilai sikap Mabes TNI yang langsung menjawab kritikan Kolonel Adjie dengan persoalan hukum yang dihadapinya, sebagai suatu yang kurang tepat.
"Dengan jawaban pesoalan hukum dari Mabes, saya lihat konteksnya jadi berbeda," kata Pram.
(lrn/ndr)











































